02 January 2008

Waspadai Gangguan Distribusi

R Ferdian Andi R
Antisipasi jalur disribusi sembako mendesak dilakukan di tengah bencana banjir yang menimpa beberapa wilayah Indonesia termasuk di Jakarta. Berkaca pada awal 2007, terhambatnya jalur distribusi bisa berdampak kelangkaan dan tingginya harga bahan pangan.
Sejak pekan pertama Desember, harga beras sudah mulai merangkak naik sehingga warga khawatir terjadi lonjakan menyusul terjadinya bencana banjir di sejumlah sentra produksi. Juga hambatan dari sisi distribusi pangan ke kota-kota besar.
Di Pasar Induk Cipinang (PIC), Rabu (2/1), tercatat beras jenis IR 64 Kelas III yang paling banyak dikonsumsi masyarakat sudah berada di level harga Rp 4.800 per kilogram. Artinya terjadi kenaikan hingga Rp 600 dalam sebulan karena per 1 Desember 2007, beras jenis tersebut dijual di harga Rp 4.200 per kilogram.
Awal tahun lalu, saat banjir yang menimpa Jakarta, jalur distribusi terhambat sehingga membuat kenaikan harga di beberapa komoditas, termasuk beras. Sehingga dikhawatirkan kejadi serupa terjadi lagi tahun ini.
Direktur Bina Pasar dan Distribusi Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Departamen Perdagangan, Gunaryo mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan Bulog hingga bulog di dearah-daerah yang terkena bencana.
“Untuk saat ini, kami masih konsentrasi terhadap pengamanan harga beras dulu, sedangkan komoditas lainnya masih dalam pemantauan,” papar Gunaryo kepada INNChannels, di Jakarta, Rabu (2/1).
Khusus untuk banjir yang mulai merendam wilayah Jakarta dan sekitarnya, Depdag mengaku masih belum melakukan langkah pengamanan distribusin komoditas bahan pokok. “Mungkin besok kami segera melakukan korrdinasi,” tandasnya. Namun pemerintah masih memiliki 16.000 ton beras miskin (raskin) dan pada pekan kedua Januari sudah bisa disebar.
Sementara stok di PIC tercatat 30 ribu ton cukup untuk dua minggu ke depan. “Harga cenderung naik, karena memang sudah mulai memasuki musim paceklik,” papar Suminta, Kepala Pusat Data PIC. Namun ia menilai, libur nasional akhir tahun mengurangi permintaan beras.
Pedagang meyakini Operasi Stabilisasi Harga Beras (OSHB) yang digelar Bulog bekerjasama dengan Asosiasi Penyalur Logistik Indonesia (Aplindo) akan menahan kenaikan harga beras.
Di PIC sendiri, selama Desember lalu telah dilakukan 2.600 ton beras OSHB. Sementara, untuk OSHB di wilayah Jakarta selama Desember 2007 untuk jenis beras dari Vietnam tercatat 5.045 ton sedangkan beras Thailand 684 ton.
Sementara Ketua Asosiasi Penyalur Logistik Indonesia (Aplindo) Suherman Dinata mengatakan, tidak ada persoalan dengan pendistribusian bila pun terjadi banjir. “Truck sebagai pengangkut barang kan tinggi, saya pikir tidak akan menganggu proses pendistribusian,” tegasnya.
Namun banjir mulai mengurangi permintaan beras oleh pedagang eceran. Sejak musim penjualan sedikit menurun karena pedagang tidak berani menyimpan stok terlalu banyak takut terkena banjir. Sekretaris Jenderal Induk Koperasi PIC Nelly Soekidi, menegaskan untuk antisipasi banjir, Aplindo akan berkoordinasi dengan Bulog.
Pengalaman banjir awal 2007 seharusnya menjadi catatan dalam penanganan pengamanan stabilitas harga bahan pokok. Karena dalam situasi apapun, ketersediaan pangan harus tetap terjaga. (www.innchannels.com)

No comments: